Bencana Alam Di Indonesia

Gempa Bantul

images

Perkenalkan namaku Mira Silalahi, aku tinggal di Semarang bersama keluargaku. Aku bahagia sekali memiliki papah yang selalu menyayangiku, mama yang penyabar, dan seorang kakak perempuan yang bawel.
Pagi ini di rumahku suara burung camar menghiasi rumahku yang hampa akan suara binatang maklumlah di rumahku tak ada seekorpun binatang peliharaan yang dipelihara. Kalau pun ada ya yang dipelihara adalah sekor ayam. Sempat aku mengeluh kepada papah ku
“Pah…… kenapa sih papa suka melihara ayam, ayam kan brisik kalau pagi? lagi pula itu lo…kotorannya bau.”
“Sini papa bilangin menurut hadis yang peranah papah dengar yang berbunyi barang siap ketika mendengar kalian suaranya ayam jago maka mintalah kalian pada Allah swt dari keutamaanya, maka sesungguhnya ayam jago itu melihat siapa ayam pada malaikat. Nah, sekarang adik bisa menyimpulkan gak kalau denger suara ayam ada apa ?”
“Ada malaikat, ya. Pah memang kalau ada malaikat kenapa?”
”Papa nggak tahu malaikat itu sedang apa,tapi katanya pak ustad malaikat itu akan berkeliling mencari hamba allah yang sedang berdzikir, dek kan kalau nyari pasti muter muter nyari nyari trus dilihat ayam. Tak lama ayamnya berkokok memberi tahu kalau ada malaikat yang sedang mencari hamba allah yang sedang berdzikir. Makanya adik kan dah gedhe sering sholat malam dan berdzikir biar didatengin malaikat.”
”O….gitu ya pah……. wah asyik ya pah kalau ikutan ngaji di Pak Ustad biar setiap hari diceritain terus.”
”Kamu itu……lucu ya….ha……ha…….”
Kokkkk……kokkkkk……. suara ayam jantan berkokok…………di pagi hari. Tiba tiba……
”Mirrrrraaaaaaaa………………. bangun dah pagi cepet sholat. Ntar gak didatengin malaikat lho!!!!” kata papa Mira, memang semenjak papah cerita tentang suara ayam itu papah sering membangunkannku dengan kata kata yang sama setiap paginya.Padahal cerita itu sudah papah ceritakan 5 tahun yang lalu dan selama 5 tahun setiap paginya papah selalu membangunkannku dengar cara itu. Hasilnya cukup memuaskan. Gimana gak memuaskan sih, pernah suatu ketika papa pergi ke luar kota dinas, yang bertugas mbangunin aku pastinya mama.
”Mirrraaaaaa………………. bangun udah pagi lo, ntar kamu telat ke sekolah gimana?”
”Mmmmm…………bentar lagi 5 menit lagi deh….”
”Duh… kak, adik mu itu lo kalau dibangunin palah jawabnya 5 menit lagi padahal mamah dah bangunin dia beberapa kali yahhh….dengan jawaban yang sama.”
”Biar kakak aja yang bangunin mah, nggak papa kan kalau dengan tindakan kekerasan.”
”Ya sudah terserah kamu….. ”
”Ok…he….he….”
Dengan hati yang riang kakak ku yang bawel itu pergi ke kamar mandi mengambil ember, dan tak lama kemudian
Byuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrr
”Aaaaaaaaaaaaaa……………. kurang ajar lo”
”Biarin yang nyuruh kan mamah wekkk”
Sejak kejadian itu aku dan kakakku gak pernah akur selalu aja yang diributin.
*******

Hari ini, hari sabtu pagi yang amat cerah dari biasanya, seperti biasa pasti terdengar suara papah yang membangunkan Mira.
”Mirrrrraaaaaaaa………………. bangun dah pagi cepet solat. Ntar gak didatengin malaikat lho!!!!”
”Iya Mira bangun?”
Segera mungkin mira mengambil air wudhu, dan melakukan sholat. Setelah sholat, dia siap siap pergi untuk mandi. Namun tidak untuk hari sabtu, biasanya hari Sabtu gerbang sekolah tutup pukul 07.00 wib jadi dia agak nyantai. Mira bersekolah di SMA Budi Luhur yang letaknya tak jauh dari rumah Mira. ABG yang hobi makan mie ayam ini sering kali berangkat sekolah mepet mepet tapi nggak telat mungkin aja dia memang bejo1 dalam istilah Jawa. Papa dan mamah Mira adalah seorang pegawai negeri sipil yang tak lain istilah kerennya PNS, papanya bekerja sebagai penjaga perpustakaan wilayah, maka tak heranlah kalau dirumah mira banyak koleksi buku buku. Kemudian mamah Mira bekerja di Rumah Sakit Kariyadi, sebagai seorang nurse 2. Maka tak heran deh Rina dan Mira selalu makan 4 sehat 5 sempurna.
Pernah ya ada kejadian seperti ini, waktu itu Mira diajak temen temennya pergi ke ”Mol”.
Secepat kilat mira menjawab,”Gak…ah males,mending tidur di rumah”
Nina yang ketika itu membujuk mira tak kehabisan akal membujuk putri tidur ini
”Mir….. di sana kita bisa ketemu cowok cowok ganteng lo…”
”Ah…. aku gak tertarik”
”Ayolah Mir….. temenin aku, ntar tak beliin mie ayam lo…..”
”Emmm…….. kalau kejadiannya seperti itu sih,jangan harap aku menolaknya”
”Makasih ya….”, dengan senyum kemenangan nina pun tersenyum.Bukan tersenyum rasa terima kasih tapi tersenyam karena di ”Mol” gak ada orang jual mie ayam, so uang jajanya gak bakal tekuras oleh Mira he……..he…….
Ternyata tebakan Nina tepat,
”Loh nin kok gak ada orang jualan mie ayam sih.”
”Emang gak ada lagi,Mir.”
”O…. dasar. jadi sejak awal dirimu tahukan gak ada yang jualan mie ayam.”
“Kalau gak begini ntar kamu gak mau juga kan nemenin aku.”
”Yeeeee……….”
Haa…….haa…… itu hanyalah segelintir peristiwa yang pernah terjadi di antara mereka.
Dan yang terakhir adalah orang yang suka konflik dengan mira yaitu kakaknya sebut aja dia dengan Rina. Rina sekarang kuliah di Universitas UNDIP, jurusan matematika.Ia hobi banget baca novel novel yang tebelnya segepok wuhhhhh……….novel yang paling sering ia baca itu novel karangannya Habiburrahman El Shirazy, itu lo penyair dan penulis novel Best Seller Ayat Ayat Cinta. Maka tak heran deh kacamatanya juga setebel kaca mata kuda.
Byuuuuuurrrrr………. Byuuuuuuuuurrrrrr……………
Byuuuuuurrrrr………. Byuuuuuuuuurrrrrr……………
”Menghabiskan waktu duduk berdua dengan mu,bercerita tentang hidipku dan hidupmu………”
Byuuuuuurrrrr………. Byuuuuuuuuurrrrrr……………
Byuuuuuurrrrr………. Byuuuuuuuuurrrrrr……………
”Mira………cepetan atuh…… kok mandi lama amat kakak,hari ini juga ada kuliah pagi nih……”
”Iya bentar kak……..”
Baru saja kakaknya,yang bawel selesai ngomong,mamahnya kembali menegurnya,”Mirrrrrrrrr…………. cepetan madinya,ntar kamu terlambat lo”
”Iya bentar……..”
Mengdengar jawaban dari Mira, mama Mira langsung pergi ke kamar, untuk mempersiapkan barang barang yang akan dibawa ke rumah sakit.
”Pa……hari ini gak kerja, kok dari tadi tiduran.”
“iya…….. kan hari ini hari Sabtu. ”
”Ya udah…………….”
”Ma…….. jangan gerak-gerak dong, kalau mama gerak-gerak bisa-bisa tempat tidurnya nanti ambruk lo!.”
”Pa, mama gak gerak-gerak, kok. Tapi aneh ya pa…mama juga ngrasa kalau sepertinya tanahnya yang gerak-gerak….”
”Kalau gitu apa ini yang disebut gempa bumi ya?”
”Astaugfirullah….bener pah ini gempa,ayo keluar cepet!”
”Mirrraa………..Rinaa………….. ada gempa cepetan keluar!”
Secepatnya Rina, mama, dan papa Mira keluar dari rumah, sementara itu mira masih di kamar mandi. Mira yang mendengar ada gempa hanya bisa berlari mondar-mandir di dalam kamar mandi, dia kebingingan karena tubuhnya masih penuh dengan sabun. Di satu sisi ia pingin keluar tapi hati kecilnya menolak,tiba tiba hatinya berkata pada dirinya ”Jangan nyerah, cepat basuh tubuhmu dengan air, pakailah bajumu, dan lari secepatnya untuk keluar rumah”. Setelah mendengar kata hatinya, Mira bergegas melakukannya. Setelah beberapa munit mira sudah ada di luar rumah. Mama yang melihat anak terakhirnya itu, baru keluar dari rumah langsung memeluknya.
”Sabtu, 26 mei 2004, telah terjadi gempa berskala 5,6 skala richter. Menurut BMG gempa bantul ini berasal dari dasar laut dan diperkirakan akan terjadi tsunami. Para warga yang mendengar berita tersebut segera mungkin mengungsi kedaerah yang lebih tinggi, seperti di gunung,dan daerah tinggi lainnya. Dalam gempa bumi ini belum dapat dipastikan jumlah korban, karena diperkirakan korba jiwa akan terus bertambah karena mengingat banyak korban yang belum dicari dibawah reruntuhan. Dan bisa anda lihat saudara, dibelakang saya tidak ada bangunan yang masih berdiri kokoh. Semua bangunan runtuh,demikian liputan siang kami Roni Kristina dari Bantul Yogjakarta .”
”Astaughfirullah kasihan ya, kak.”
”Iya dik…….”
Seluruh acara di televisi dari gosip, berita, koran, dan lain lain gempar membicarakan gempa bantul itu. Sehabis sholat Maghrib seluruh keluargaku mendoakan para korban gempa bantul agar diberikan ketabahan.
”Nah…. anak anak ku papah mohon supaya keluarga kita di sana juga selamat. Karena dari kemarin papa telepon mereka. Mereka tidak angkat.”
”Massya Allah, mama lupa kalau simbok masih tinggal dalam wilayah bantul hiks………hiks………”
”Tabah ma……..simboke gak papa, kita berdoa aja”
Acara doa bersama akhirnya selesai juga, tak lama setelah itu terdengar bunyi telepon genggam papa.
Tiiiiiiiitoooooot………………Tiiiiiiiitoooooot……………… Tiiiiiiiitoooooot………………
”Halo, assalamualaikum.”
”Waalaikumsalam……. sen, ki aku pak diran simboke ning kene apik- apik kok. Cuman kuwi lo dapur ambruk3”
”Alhamdulilah pak de lan simbok apik-apik4”
”Kene aku meh ngomong karo bojomu,jarene simboke wingi simboke ngimpi bojomu teka rene5 ”
”O…. iya sek ya6, ma….pak de mau bicara nih.”
”Gimana pak de, simbok gak papa to?”
”Gak papa kok,tenang saja”. Kemudian mereka mengobrol panjang lebar entah apa yang mereka bicarakan papa, kak Rina, dan aku tak ada yang tahu. Papa orang Yogja dan mamah orang bandung maka tak heran kalau pak de selalu memakai basa jawa kalau ngomong dengan papa. Dan memakai bahasa indonesia kalau bicara dengan mamah,karena mamah gak bisa bahasa Jawa.
Hari minggu ini, rencananya kita mau ke bantul. Tapi itu tak bisa dilaksanakan karena jalan menuju kampung papah tak bisa dilewati mobil. Dan pak de pun juga menyarankan jangan pulang ke kampung dulu.Akhirnya papah sebagai kepala keluarga membatalkan rencana ini.
Thuuuuuttttt……… thuuuuuuttttttt………….. thuuuuuttttt……..(suara telepon genggam mamah)
”Assalamualaikum, yuk.”
“Waalaikumsalam, Rin. Ada apa?”
“Maaf yuk, kita dapat tugas dari rumah sakit untuk pergi ke bantul ngrawat pasien disana. Karena di sana membutuhkan tenaga medis.”
“Iya…. aku diskusikan dengan suamiku dulu ya.”
”Ya…..”
Setelah mendengar kabar tersebut mamah langsung menyiapkan barang barang yang diperlukan seperti pakaian ganti, peralatan mandi dan lain sebagainya. Di ruang makan papa segera memimpin doa setelah itu mereka makan bersama.
”Pa….., mama mau ditugasin ke Bantul besok”
seketika papa, kak Rina, dan aku berhenti makan sebenarnya dalam hati papa. Papa tidak ingin mengijnkan mamah pergi ke Bantul mengingat gempa masih sering terjadi di bantul dengan sekala yang dibilang tidak kecil namun, karena tugas mama akhirnya diizinkan papa.
”Ma….. sebenarnya papa nggak ngizinin mama. Tapi kalau mereka membutuhkan mamah untuk mengobati papa ngizinin, asal di sana mama harus bisa jaga diri, jaga kesehatan…..iya kan Mir, Rin?”
”Iya….. gak papa kok ma.”
”Kalau mama pergi yang masakin kita siapa?”
”Kalian meragukan papah ya,papah dulu pernah jadi koki lo di restaurant”
”Yah….. berarti kesempatan jajan mie ayam pupus lagi dung”
setelah mendengar perkataan itu mama, papa, dan kak Rina tertawa sejadi-jadinya seolah olah mereka gembira karena melihat penderitaan Mira.
Keesokan harinya mira sengaja tak berangkat sekolah, karena ia ingin mengantarkan mamahnya ke Bantul, Rina pun juga ingin mengantarkan mamah yang di sayanginya.Papah yang sibuk mengangkat barang barang mamah untuk pergi ke bantul selama 7 hari siap mengantakan istri tercintanya bertugas. Sesampainya di kariadi mamah sudah di tunggu para rombongan yang akan berangkat.
”Pa, Rin, Mir, mama berangkat dulu ya…. assalamualaikum.”
”Waalaikumsalam.”
Jam sudah menunjukan pukul 11 WIB, kerjaan sudah menunggu.
”Suster ayuK, ayo kita siap melayani masyarakat.”
”Ok…..”
”Suster semarang, ada tugas tolong jemput pasien yang ada di desa ”MM” katanya banyak orang yang sedang menderita akibat patah tulang”
”Baik, kemudian suster ayu dan suster riri siap menjemput dengan ambulans”
Sesampainya disana ”Aduh…………suster cepat kemari tolong istri saya.”
“Suster….anak saya suster…..”, kata ibu-ibu yang sedang mengusap-usap dahinya yang penuh darah.
“Suster……….tolong”, seru wanita cantik di ujung lapangan.
“Sabar bapak-bapak, ibu-ibu, satu persatu ya.”
kemudian kedua suster itu langsung memerikasa pasien.Mayoritas pasien pasien tersebut patah tulang,karena keterbatasan alat alat yang dibawa, pasien yang tak bisa ditangani, dengan terpaksa dibawa oleh ambulans harus dibawa ke rumah sakit darurat. Kemudian ada seorang ibu ibu tua yang menangis meminta tolong.
“Tolong….suster…..hiks…hiks.”
“Ada apa ibu?”
“Aku ketibanan tembok,aku digowo mrene karo uwong. Jarene neng kenenon suster7”
“Ririn, ke sini bentar ibu ini butuh bantuanmu.”
“Ya…. sebentar”, segera mungkin ririn ke sumber suara
“Ada apa yuk, ibu ini mengeluh kesakitan rin. Tapi aku tak mengerti bahasa Jawa.”
“Baiklah akan ku tangani ibu ini kamu tolongin pasien disana ya.”
”Baik…..”
setelah itu suster ayuk menolong pasien yang terbaring tak berdaya disamping ambulans
”Wonte napa bu8?”
”Aku ketibanan tembok, suster kae jenenge suster sapa kok ora gelem ngobati aku9”
”Suster menika mboten saget basa jawi bu. Dados kemawon ibu ngomong deweke mboten saged mangerti10 ”
”Oalah……”
Sementara itu suster ayuk sedang mengobati pasien yang terbaring tak berdaya di samping ambulans,ada seorang ibu-ibu yang bertanya, ”Suster saking pundi11?”. Suster ayuk hanya bisa bingung melihat kesana kemari. Dia seperti asing di sini, dia tidak tahu harus menjawab apa karena memang dia tidak tahu apa arti kalimat tersebut. Dia jadi teringat pada awal pernikahannya suaminya sering menggunakan bahasa jawa dan bercerita panjang lebar. Dan setelah siajak diskusi mengenai ceritanya dia hanya berkata, ”Pah…..aku nggak bisa basa Jawa”. Spontan saja suaminya menahan rasa kecewa karena dia sudah cerita panjang lebar ternyata istrinya tak mengerti. Mulai saat itu, ia tak lagi menggunakan bahasa Jawa lagi, bila berkomunikasi dengan istrinya. kemudian suster ayuk menjawab dengar ramah, ”Maaf, bu saya tidak bisa bahasa Jawa.”
”O….. suster tidak bisa basa Jawa to.”
”Iya, maaf.”
”Gak perlu minta maaf, kok suster.Saya sedih sekali suster waktu kejadian saya ada di pasar, saya sedang berbelanja. Waktu gempa massya allah goncangannya sangat besar hingga saya dapat melayang layang di udara karena sepertinya tanahnya naik turun seperti gelombang. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi suster?hiks….hiks……”
”Sabar, bu.”
”Seketika itu saya teringat anak saya yang ada di rumah dan suami saya. Gimana keadaan mereka, di mana mereka sekarang, apakah mereka masih hidup? padahal saya tahu jam segitu mereka belum pada bangun suster hiks……hiks……saya berjalan dari pasar ke mari berkilo-kilo meter rencananya saya mau melihat keadaan rumah, tapi saya sudah tak kuat lagi berjalan hiks……hiks……..”
”Sabar bu, mungkin ibu adalah ibu yang kuat. Kalau saya mungkin suda gila bila ada kejadian seperti itu.”
”Suster kalau saja saya punya uang, saya akan bawa seluruh keluarga piknik ke luar kota supaya tidak mengalami kejadian yang mengerikan ini, tapi itu tak mungkin hiks…..hiks…….”
”Maaf bu kalau saya kurang sopan memotong pembicaraan anda.”
”Ya tidak apa-apa.”, jawab suster ayuk.
”Waktu kejadiansaya ada di sawah bertani, subhanallah maha suci allah dengan segala fimannya saya melihat tanah ladang saya bergerak seperti gelombang air yang terlihat dari samping. Saya terjatuh dan saya hanya bisa menangis dan hanya bisa berteriak ya allah lindungi aku, berkali kali setelah cukup lama mengalami peristiwa itu. Saya hanya bisa menangis dan berjalan pulan kerumah. Jalan yang semula bagus kini penuh dengan puing-puing bangunan. Di sana banyak sekali orang yang bercucuran darah dikening, didahi, dan lebih parahnya saya melihat seorang balita tertimpun tembok dan pecah rangka kepalanya, saya tak sanggup melihatnya lalu saya lari ketika saya lari ada orang yang meminta tolong kepada saya dan saya tolong. Astaughfirullah saya telah menolongnya dengan kondisi kaki yang remuk tertimpa puing-puing bangunan. Dia menangis dan dia minta untuk dipanggilkan seorang wanita yang sedang menangis di sana. Kemudian saya panggilkan, ternyata wanita itu adalah istrinya. Kemudian bapak-bapak itu dirawat istrinya. Kemudian saya berlari untuk pulang ke rumah. Setelah saya sampai di rumah saya mendapati rumah saya ambruk dan saya melihat banyak orang mengangkap puing puing bangunan rumah saya masya allah anak saya……hiks…..hiks……..anak saya tewas terbujur kaku diangkat warga. Saya hanya bia menangis padahal saya tinggal dirumah saya bersama anak semata wayang saya hiks…..hiks……tapi tapi kini dia telah meninggalkan saya sendirian.Anehnya saya tak bentapatinya berdarah dan dia masih dalam keadaan memakai mukena hiks……hiks……..ketika menguburkan anak saya.Saya bermaksud untuk bunuh diri dimalam hari, padahal tali sudah saya siapkan.Saya putus asa, untuk apa saya tinggal didunia ini tanpa anak saya.”
”Kenapa bisa seperti itu bu?”, tanya suster Ayuk
”Iya kenapa ibu berhenti ceritanya?”
”Malam hari saya akan bunuh diri ketika saya akan melakukan itu, tiba-tiba entah kenapa ada yang mendorong saya hingga pingsan, dalam pingsannya saya. Saya bermimpi melihat anak saya sedang solay dia berdoa agar saya selalu diberikan ketabahan. Kemudian anak saya melihat saya dan tersenyum. Setelah bangun dari pingsan, saya tak jadi melakukan perbuatan yang larang allah itu. Dan saya putuskan untuk keliling desa ,kali-kali ada yang bisa saya tolong. Ternyata setelah berkeliling saya melihat ada yang sakit disini ya saya ke sini. Ternyata ada ambulans keliling to, karena sudah capek keliling keliling saya putuskan istirahat disini”. Hari mulai gelap,pasien pasien yang sudah diobati dibuatkan tenda oleh masyarakat yang selamat di kampung itu. Dan para suster bersiap siap pulang seharian mereka hanya makan 2 kali sehari, setelah sampai ke rumah sakit darurat menggunakan ambulans.Para suster itu tak istirahat, tapi mereka menolong suster lain yang sedang keletihan.sudah 7 hari mereka menjalankan tugasnya akhirnya mereka dipanggil pulang dan digantikan suster lain dari Makasar. Perpisahan diantara suster daerah-daerah sungguh mengharukan.
Setelah sampai di Semarang. Tepatnya di rumah sakit Kariyadi Semarang. Ternyata Mira, Rina, dan papanya sudah datang menjemput sang mama tercinta.
”Thu……..yuk dak di jemput keluargamu”, kata Ririn
”Iya ya…….ada papa, Rina, dan Mira.”
Turun dari mobil dinas yang berisikan 4 orang tersebut, suster Ayuk langsung dipeluk Rina, dan Mira.
Sepertinya mamah terlihat capek dan mereka tak berani bertanya macam macam yang kira kira dapat membuat mamahnya pusing. Setelah sampai di rumah mamahnya bergegas mandi, maklum disana amat kekurangan air bersih untuk mandi,jangankan air bersih untuk mandi air bersih untuk minum saja kurang sekali jumlahnya. Wahhhh…….segarnya air ini batin mama Mira. Setelah mandi mamahnya itu langsung tidur, dan sekitar pukul 16.00 WIB baru bangun.
Ketika makan malam datang, sang mama tercinta baru mulai bicara
”Gimana keadaan semua, waktu mama tinggal?”
”Baik kok ma, semua terkendali dibawah pimpinan papa.”
”Ma di sana ngapain aja?”
Kemudian mamahnya bercerita tentang keadaan disana,
”Disana gempa masih ada tapi dengan skala yang dibilang cukup kecil pernah ada kejadian ada seorang nenek yang dibopong keluar oleh anaknya, Asstaughfirullah korbanya kasihan banget. Ada yang masih hidup tapi terkubur oleh puing-puing bangunan. Di sana sini banyak cucuran air yang keluar dari mata orang orang yang meratapi nasibnya. Jika teringat kejadian kejadian itu mamah jadi inget lagu ini.”
Tuhan marakah kau padaku…..
Inikah akhir duniaku…..
Kau sakiti semua………
Sampai perut bumi……….
”Apakah benar allah marah ? mungkin saja Allah sedang marah atau mungkin saja allah sedang menguji umatnya atau mungkin bumi ini sudah tua dan capek karena dihuni berjuta-juta manusia,bertriliun-triliun manusia yang menempel di tubuhnya. Di Bantul banyak darah berceceran di lantai lantai rumah sakit, mayat mayat yang terbujur kaku di depan rumah sakit. Sungguh kejadian itu sangat memilukan hati mama.”
Ya robbi,engkau maha pengasih
Lagi maha penyayang
Ya Allah Ya robbi
Andai saja kau tahu
Betapa aku sangat mencintaimu
Mungkin juga
Tak seorang pun mengerti
Apa hikmah musibah ini
Ya Allah ya robbi
Aku hanya bisa berkata
”Ampunilah dosa kami”

1bejo: (jw.)beruntung.
2 nurse: (b.ing.)perawat.
3ki aku pak diran simboke ning kene apik apik kok.Cuman kuwi lo dapur ambruk: (jw.) ini aku pak diran ibu disini baik baik saja.Tapi itu lo dapur rubuh
4pak de lan simbok apik apik: (jw.)pak de dan ibuk baik baik
5Kene aku meh ngomong karo bojomu,jarene simboke wingi simboke ngimpi bojomu teka rene : (jw.)kesini aku mau bicara sama istrimu,katanya ibu kemarin ibu ngimpiin istrimu dateng kesini
6sek ya: (jw.)bentar ya

7,9Aku ketibanan tembok,aku digowo mrene karo uwong.Jarene neng kene ono suster: (jw.)Aku kena tembok,aku dibawa ke sini sama orang.Katanya disini ada suster
8Wonte napa bu: (jw.)Ada apa bu
10Suster menika mboten saget basa jawi bu.Dados kemawon ibu ngomong deweke mboten saged mangerti: (jw.)Suster yang itu tidak bisa bahasa jawa bu.Jadi tadi bicara dia tidak tahu artinya
11Suster saking pundi: (jw.)Suster darimana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: